Rabu, 14 November 2012

konsep aliran dan sejarah koperasi




KONSEP ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI             

Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

v  ALIRAN KOPERASI

LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
1.  Keterkaitan Ideologi, sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi
2.  Aliran Koperasi

Koperasi dibagi 3 aliran ,yaitu :
·             Aliran  Yardstick
·             Aliran Sosialis
·             Aliran Persemakmuran  ( Commonweatlh )



ALIRAN YARDSTICK
Ø   Dijumpai pada negara – negara yang berideologi kapitalisme atau yang menganut perekonomian Liberal.
Ø  Koperasi dapat menjadikan kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasi dan mengoreksi.
Ø  Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah – tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
Ø   Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama di negara – negara barat dimana industri berkembang dengan pesat.
Ø  Seperti di Amerika Serikat, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.




ALIRAN SOSIALIS
Ø   Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif  untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
Ø  Perngaruh aliran ini banyak dijumpai di negara – negara Eropa Timur dan Rusia


ALIRAN PERSEMAKMURAN ( COMMONWEALTH )
Ø  Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat
Ø  Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukanstrategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
Ø  Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “kemitraan”                           ( partnership ), dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklilm pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.


v  SEJARAH KOPERASI
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
I.  SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI
II. SEJARAH  PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA

I.SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI
·         1884 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini tahun 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit

·         1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian  “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)

·         1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Rasiffesen

·         1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze

·         1896 di Londobn terbentuklah ICA ( International Cooperative Alliance ) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan international.

II.SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI DI INDONESIA
Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia : Didorong oleh refleks pertahanan dalam pembentukan koperasi Rochdale sepanjang tahun 1896 koperasi pertama di Indonesia dipelopori oleh R. Atmaja aria, bangsawan di Navan, dengan bantuan E. Seiburg, Purwokerto asisten residen, mendirikan Hulp en Spaar Bank (Bank dan Tabungan Masyarakat) bertujuan untuk membantu pegawai negeri sipil agar tidak jatuh ke tangan rentenir. Selanjutnya bank hendak dikembangkan oleh Van De Serigala Westerrode model koperasi kredit dengan nama Schultze dan Raffesien Spaar Hulp en Lanbouw Kredit Bank tidak hanya memberikan pinjaman bagi pegawai negeri sipil saja tetapi juga kepada petani.

Usaha Koperasi diikuti oleh perguruan Budi Utomo, pada tahun 1908 mengusulkan pembentukan kebutuhan sehari-hari koperasi. Serikat Dagang Islam pada tahun 1913 dan mendirikan toko koperasi pada tahun 1927 oleh Dr Sutomo merekomendasikan penggunaan Koperasi untuk mempromosikan koperasi rakyat.
1927 Indonesia mulai menerapkan hukum koperasi. Biro Koperasi pada tahun 1930 berdiri sebagai bagian dari Departemen Dalam Negeri, maka pada tahun 1935 memasuki tahap berikutnya dari Departemen Koperasi induk koperasi yang didirikan pada tahun 1936 yang pertama dari Pusat bersama untuk koperasi Indonersia (GAPKI). Menurut UUD 1945 pasal 33, dinyatakan sebagai cara kooperatif bisnis yang sesuai bagi perekonomian Indonesia. Menurut Mohammad Hatta, dalam bukunya menyatakan ” Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun,” Indi Idayu Press, 1987 Jakarta:
“Sebagai suatu bangsa yang berpuluh tahun berjuang menentang imperialisme dan kolonialisme, kita mempunyai cita-cita ideal, cita-cita tinggi, tentang hidup makmur dan sejahtera bebas dari kesengsaraan hidup, cita-cita ideal tersebut terpancang dalam UUD 1945: “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas kekeluargaan itu adalah koperasi… Perkataan undang-undang itu bukanlah suatu sebuah pernyataan ideal bangsa kita, tetapi suruhan untuk bekerja kejurusan itu…”. Atas pertimbangan tersebut maka pada tanggal 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan keinginan kuat untuk mengkonsolidasikan kongres bahwa salah satu hasil didirikan SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Republik Indonesia ) sekarang lebih dikenal sebagai DEKOPIN (Dewan Koperasi Indonesia) dan menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi. Kemudian pada Kongres kedua pada 12 Juli 1950 di Bandung salah satu ketentuan mengangkat bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Usaha konsolidasi dan reorganisasi koperasi secara keseluruhan kemudian diikuti dengan berlakunya UU Koperasi pertama semenjak kita merdeka yaitu UU No. 79/1958 tentang asosiasi koperasi, keberadaan undang-undang tersebut maka keberadaan dan pengembangan koperasi telah meningkat. Pada tahun 1965, UU No. Diganti dengan UU No 79/1958. 14/1965.

Karena keberadaan UU No. 14/1965 mungkin dipolitisir dalam kepentingan politik tertentu, serta inkonsistensi tentang prinsip-prinsip Koperasi pada tahun 1967 digantikan oleh UU no. 12 tahun 1967 tentang pokok perkoperasian. Kemudian pada tanggal 21 Oktober 1992 untuk pertimbangan penyesuaian terhadap perkembangan ekonomi global dan negara dari UU No 12/1967. Diganti dengan UU No . 25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Hukum ini kemudian titik awal untuk mengimplementasikan Koperasi di Indonesia sampai sekarang.

Senin, 25 Juni 2012

negeriku


  NEGERIKU
              Negeriku ,alangkah indahnya negeri ini karena disini banyak sekali tempat indah yang mempunyai keistimewaan yang dapat kita lihat,rasakan dan nikmati bila kita mendengar kata ‘indonesia’ .  Banyak terdapat perbedaan yang ada di mulai dari suku , bangsa , kebudayaan ,bahasa ,adat istiadat dan semua itu terangkum dalam satu kata,yaitu negeriku. Bila perbedaan kadang bisa menjadi sesuatu yang negatif ,tidak dengan yang ada di negeriku ,karena perbedaan yang ada membuat indonesia lebih mempunyai warna. Semua keindahan yang ada membuat negeriku dikenal oleh bangsa-bangsa lain dengan baik sebagai miniatur kecil dari dunia.  Akan tetapi negeriku ini menyimpan sangat banyak sekali keburukan dibalik keindahannya itu.  Malu pada langit yang tiada hentinya mencaci,malu pada bumi yang tiada hentinya bergoyang seakaan mempermainkan para isinya. Tiada kata malu untuk negeri ini , telinga negeriku tak dapat mendengar tangis rintihan rakyat, mata negeriku tak mau lagi melihat  mata anak -anak yang mengeluarkan air mata darah,hati negeriku tak lagi terenyuh ketika kami melihat negeriku menangis.
              Seakan tiada lagi kesejahteraan,keadilan yang melindungi kami dari ganasnya roda kehidupan yang semakin terasa melindas tubuh kami .Seakan tiada lagi pelindung di hari nanti ketika tubuh kami layu dan menjadi mati.
               Negeriku menangis ,kami menangis dan kami menangis ……..!!! melihat martabat negeriku di injak negeriku sendiri ,seperti para koruptor yang tak tahu akan keberadaan yang berada dibawah mereka, di hempaskan ke dalam jurang kehancuran yang selama ini menghantui kami , menjerat kami dan mencabik-cabik suara kami.
                 Saat ini negeriku lemah tak berdaya ,negeriku singa yang dulu pemangsa dan kini kehilangan keberaniannya ,sehingga dari negeri tetangga merebut dan mengakui sebagian kebudayaan negeriku. Di manakah negeriku kini berada ?? satu demi satu hilang dari pandangan dunia. Bukan duduk berdiam  bersendawa yang kami inginkan , kobarkan  kembali keberanianmu yang dulu hilang !!!
pemerintah terkadang tidak memperdulikan teriakan,aspirasi,dan kritik masyarakat atau wong cilik pemerintah hanya memperdulikan teriakan yang berasal dari atasannya dan perutnya sendiri yang semata-mata untuk kesenangan pribadi. Tidak peduli kepada penderitaan masyarakat sudah seperti mendarah daging kepada petinggi negara kita saat ini.
Negeriku indonesia adalah negeri yang kaya akan kebudayaan. Akan tetapi pemerintah seperti tidak peduli kepada kebudayaan kita,mereka hanya tampak peduli jika kebudayaan negeriku sudah mulai dijamah dan dijiplak  oleh negara lain. Pemerintah seperti peduli kepada kebudayaan kita ketika mereka membutuhkan nyanyian-nyanyian untuk persiapan kampanye atau kenaikan jabatan mereka.
Melihat kondisi yang carut marut seperti ini, sepertinya jika memang Indonesia ingin kembali menjadi negara yang mempunyai taring, penduduk harus kembali kepada nilai-nilai agama. Ajaran agama adalah sebaik-baiknya tempat acuan kembali rakyat. Selain itu, perbaikan dari pribadi masing-masing  sangat diperlukan untuk menjadikan Republik Indonesia mempunyai Sumber Daya Manusia yang unggul.
Budaya korupsi, money politik yang sangat kental dalam budaya politik Indonesia membuat kedaan Republik ini semakin terpuruk. Kebiasaan KKN yang sudah lumrah, keadaan hukum yang amburadul, pengawas dan yang diawas sama-sama sibuk memperkaya diri.  Nusantara, negeri kaya dari timur, negeri yang sangat ku banggakan, kucinta, bagaimana bisa orang-orang pintar dari Republik ini, yang lahir, hirupan nafas pertama udara nusantara, minum dari air tanah Republik ini mengkhianati Nusantara.
Tolong kepada para pejabat, mungkin memang sulit untuk menghilangkan kebudayaan KKN dari Republik ini, mulai lah dari diri kalian masing-masing untuk bertekad memperbaiki keadaan .

Rabu, 09 Mei 2012

tugas 11

1.      Tipe If Clause

(1) it is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.
form : if + Simple Present, will-Future, example : If I meet her, I’ll ask her for diner
(2) It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.
form : if + Simple Past, past future (= would + Infinitive), example : if I found her address, I would send her an invitation
(3) It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.
Form: if + Past Perfect, past future perfect (= would + have + Past Participle), example If I had worked harder, I would have had a car.

2.      Tipe Wish dan faktanya
(1) Future wish :
- I wish my friend would visit me this afternoon. (Saya berharap teman saya akan mengunjungi saya sore ini). Faktanya: my friend will not come this afternoon.
- They wish that you could come to the party tonight. (Mereka berharap bahwa kamu bisa datang sebentar malam). Faktanya: you can’t come.
- Bobby wishes he were coming with Angelia. (Bobby berharap dia datang dengan Angelia). Faktanya: Bobby is not coming with Angelia.
(2) Present wish :
- I wish I were rich. (Saya berharap saya kaya). Faktanya adalah: I am not rich.
- I wish I had enough time to finish my work. (Saya berharap saya punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan saya). Faktanya: I don’t have enough time to finish my wor
- John wishes that Ririn were old enough to be his girl friend. (John berharap bahwa Ririn cukup umur untuk menjadi pacarnya). Faktanya: Ririn is not old enough to be John’s girl friend
(3) Past Wish :
- I wish I had washed my clothes yesterday. (Saya berharap saya telah cuci pakaian-pakaian saya kemarin). Faktanya: I didn’t wash my clothes yesterday
- Irwan wishes that he had answered the questions well. (Irwan berharap bahwa dia telah menjawab soal-soal dengan baik). Faktanya: Irwan didn’t answer the questions well.
- Christian Ronaldo wishes that his team could have beaten the German team. (Christian Ronaldo berharap bahwa teamnya dapat mengalahkan team Jerman). Faktanya: Christian Ronaldo’s team couldn’t beat the German team.
- I wish you had been here last night. (Saya berharap kamu ada di sini tadi malam). Faktanya: you were not here last night
3.      Fungsi Tipe If Clause

Type 1Fungsi : digunakan untk menyatakan suatu peristiwa yg akan terjadi diwaktu yang akan bila syarat tertentuRUMUS ==
( IF + S + V1/Ves + O, S + WILL + V1 + O )
Ex. If Igraduatedfrom my college on time, Theywill giveme the job If heishere, Iwill behappyType 2Fungsi : digunakan untk menyatakan peristiwa yang tak mungkin terjadikarena syarat tdk dpat dipenuhi (unlike condition)RUMUS ==
( IF + S + V2/Ved + O, S + Would + V1 + O )
Ex. If Iwonthe lottery, Iwould buythe house If shewerehere with me, Iwould bevery happy Ket_gunakan ´wereµ kalo ga ada kata kerja., untk smua subjek. µwasµ tidakberlaku
Type 3Fungsi : digunakan untk menyatakan keadaan yang seharusnya telah terjadi diwaktu lampau, namun tak terjadi karena syarat tak terpnuhi.RUMUS ==
( IF + S + Had V3 + O, S + Would have V3 + O
Ex. If uhad attendedmy party last night, uwould havemet your old friends. If shehad beenfine, Iwould not have beensad.

4.      Fungsi Tipe Wish
Fungsi utama dari kata "wish" adalah untuk mengekspresikan penyesalan.
·         I wish (that) I weren't here now.
·         I wish (that) I didn't have to go to school tomorrow.
·         I wish (that) I had studied harder when I was at school.
Tenses yang mengikuti wish sama dengan second dan third conditionals. Kata that dapat dihilangkan dalam percakapan tidak resni.

Ekspresi wish ... would digunakan untuk membicarakan tentang keinginan agar orang lain melakukan sesuatu:

o    I wish you would tidy your room.
o    I wish you wouldn't always come home so late.

Dalam situasi tidak resmi, wish + (object) + infinitive dapat digunakan seperti pemakaian kata "want":

o    I wish to speak to the director.
o    Do you wish me to serve refreshments, sir?
Wish is also used in some fixed expressions:
o    I/we wish you a Merry Christmas (and a Happy New Year).
o    I/we wish you well/all the best.

5.      Contoh Kalimat Pengandaian
 I wish I knew how to dance ( I don’t know how to dance )
 I wish I had a bicycle ( I don’t have a bicycle )
 I wish I were home in bed ( I’m not home in bed )
 I wish it weren’t cold today ( It’s cold today )
 We wish we were in Bali ( We aren’t in Bali )
 I wish I had a car ( I don’t have a car )
 I wish I had a tape recorder ( I don’t have a tape recorder )
 I wish I had studied for the test ( I didn’t study for the test )
 John wishes he had finished his work ( John didn’t finish his work )
 I wish I hadn’t gone to the meeting ( I went to meeting )

 http://2easy4share.blogspot.com/2011/11/if-clause-dan-wish.html#ixzz1rAdKkBpV

tugas 10


1.      Definisi Conditional

Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses. Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika klausa “if” diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma. Sebaliknya jika klausa “if” berada di belakang, maka tidak perlu ada koma
Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If you heat water to 100 C, it boils.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
Water boils if you heat it to 100 C,
Contoh:
• If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
• If you don’t do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don’t do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, if sering digantikan dengan “when”
Future Real Conditional vs. Future Unreal Conditional
Untuk membantu Anda memahami perbedaan antara Future Real Conditional dan Future Unreal Conditional, bandingkan kalimat-kalimat di bawah ini
Contoh:
  • If you help me move tomorrow, I will buy you dinner. Future Real Conditional (I don’t know if you can help me)
  • If you helped me move tomorrow, I would buy you dinner. Future Unreal Conditional(You can’t help me, or you don’t want to help me)

2.      Tipe Conditional Sentence

Ada tiga conditional sentence yaitu :
Tipe1 : Future conditional yang menyatakan suatu keinginan, harapan, ataupun rencana yang masih BISA TERJADI / when we are thinking about possibilities.
Rumus
IF + S + V1, S + will +V1
Example :
If I pass the exam I will continue to university
Faktanya :
Maybe I pass the exam, if I study hard.
Saya mungkin sekali lulus ujian kalau saya belajar keras.
Tipe2 : Present conditional, yang menyatakan suatu keinginan, harapan ataupun rencana yang tak terpenuhi / angan-angan ( unreal) or when we imagine a situation.
Rumus
IF + S + V2, S + would + V1
Example :
If I passed the exam, I would continue to university
Faktanya:
I do not pass the exam now.
Saya tidak lulus ujian sekarang jadi saya tidak melanjutkan ke universitas.

Note:
In type II “were “ is used for all subjects
Example :
If I were you, I would continue to university ( but I am not you).
Type II berlawanan dengan fakta sekarang.
Tipe3 : Past conditional yang menyatakan suatu keinginan, harapan atau rencana yang tidak terwujud ( imposible) or when we imagine a situation based on the facts in the past.
Rumus
IF + S + had + V3, S + would have + V3
Example:
If I had passed the exam, I would have continued to university
Fakta:
I did not pass the exam then.
(saya tidak lulus saat itu, jadi saya tidak melanjutkan ke universitas)
Note:
Untuk tipe III sering berbentuk inversion (pembalikan posisi).
Subjek 2 kata kerjanya serta tidak menggunakan IF.
Contoh:
Had I passed the exam, I would have continued to university.
3.      Contoh Conditional Sentences
  If you had studied for the test, you would have passed it.
  If you had asked me, I would have helped you.
  If we had gone to the cinema, we would have seen my friend Jacob.
  If you had spoken English, she would have understood.
  If they had listened to me, we would have been home earlier.
  I would have written you a postcard if I had had your address.
  If I had not broken my leg, I would have taken part in the contest.
  If it had not started to rain, we would have walked to the museum.
  We would have swum in the sea if there had not been so many sharks there.
  If she had taken the bus, she would not have arrived on time.