Minggu, 10 November 2013

kalimat ketegasan kelogisan dll

1. Kesepadanan Struktur Bahasa
• Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
• Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
• Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
• Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam beberapa ide penjelas.

Beberapa Ciri Kesepadanan :
• Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
• Tidak terdapat subjeganda.
• Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang
contoh : Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik.

2. Kepararelan atau Kesejajaran Bentuk
• Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
• Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
• Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
contoh :
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
- Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar

3. Ketegasan atau Penekanan Kata
• Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
• Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat :
1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas

4. Kehematan Kata
- Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.--> kata menjadi padat berisi.
- Dapat dilakukan dengan cara :
- Menghilangkan pengulangan subyek
- Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
- Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
- Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
Contoh ;
- Karena ia tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
- Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa Presiden datang.
Mestinya…
- Karena tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
- Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa Presiden datang.

5. Kesatuan Gagasan
- Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
Contoh:
- Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

6. Kelogisan
- Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
- Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
- Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
- Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.

kesalahan artikel dan kalimat efektif

KARAWANG menjadi tukota Negara? 

Wacana pemindahan Ibukota ini, sebenarnya sudah dari dulu untuk Jawa Barat. Sebelumnya telah diusulkan daerah Kecamatan Fonggol, Kabupaten Bogor. Menurut Dede Yusuf, di daerah tersebut kurang cocok.
Dipilihnya Karawang yang tepatnya di sekitar kawasan Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Telukjambe Barat, karena daerah tersebut tanahnya rata dan bekas perkebunan.
"Sedangkan di Jonggol tanahnya berbukit - bukit," ujar Dede Yusuf,  beberapa waktu lalu di Bandung ,saat silaturahmi dengan Dany Setiawan, mantan Gubernr Jawa Barat di LP Suka-miskin.
DedeYusuf mengungkapkan, di Karawang musin terdapat 6.000 hektar lahan kosong di dekat kawasa n industry. Tanah tersebut kalau negara yang meminta, tentu bisa dipakai untuk pusat pemerintahan seperti Kantor Presiden, DPR, dan Kantor Menteri.
SARANA TRANSPORTASI

Kesalahan:
1. Sudah dari dulu = itu termasuk kedalam kategori pemborosan kata karena cukup dengan ditulis dari dulu.
2. Kesalahan kedua yang sering ditemukan adalah penggunaan spasi setelah tanda koma (,). karena menurut EYD setelah tanda koma harus diberikan spasi.
3. Suka-miskin jika pada penulisan kata yang ingin dituliskan tidak muat, maka sebaiknya jangan diberikan tanda (-) untuk menyambung kata karena akan terlihat kurang rapi. lebih baik dituliskan kata tersebut pada paragraf baru.

diubah menjadi kalimat efektif:

Wacana pemindahan Ibukota ini sebenarnya sudah lama terdengar untuk Jawa Barat. Sebelumnya telah diusulkan daerah Kecamatan Fonggol, Kabupaten Bogor.
Dipilihnya Karawang di sekitar kawasan Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Telukjambe Barat, karena daerah tersebut tanahnya rata dan bekas perkebunan.
"Sedangkan di Jonggol tanahnya berbukit - bukit," ujar Dede Yusuf,  beberapa waktu lalu di bandung, saat silaturahmi dengan Dany Setiawan, mantan Gubernur Jawa Barat di LP sukamiskin.
DedeYusuf mengungkapkan, di Karawang musin terdapat 6.000 hektar lahan kosong di dekat kawasa n industry. Tanah tersebut kalau negara yang meminta, tentu bisa dipakai untuk pusat pemerintahan seperti Kantor Presiden, DPR, dan Kantor Menteri.
SARANA TRANSPORTASI

sumber
http://panduustoryy.blogspot.com/2012/12/kesalahan-artikel.html

Minggu, 03 November 2013


TUGAS 4 BAHASA INDONESIA

4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria

Tahukah kamu, bahwa sebagian besar hubungan percintaan yang selalu di warnai dengan pertengkaran dan ketidakharmonisan selalu disebabkan oleh ego dan ketidakmampuan pria memahami keinginan wanita. Buntutnya, bukan tidak mungkin hubungan cinta yang selama ini dibina, apalagi sudah memasuki jenjang pernikahan, akan hancur berantakan karenanya.

Selain itu, pria selalu mengedepankan logika dibandingkan rasa, yang memang selalu mendasari setiap perbuatan dan keinginan wanita. Maka wajar saja jika logika pada pria selalu berbenturan dengan rasa yang dipunyai wanita. Rasa ini juga yang menyebabkan wanita memiliki beragam keinginan yang sulit untuk diterima pria.

Walaupun begitu, setidaknya ada 4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria agar hubungan percintaan yang telah dibina tidak goyah karenanya, ataupun bisa Menjaga Pernikahan Tetap Langgeng dan Bahagia bagi pasangan yang telah memasuki jenjang pernikahan. Dan berikut adalah 4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria:

WANITA INGIN MERASA NYAMAN

Kata nyaman disini tidak hanya berarti si wanita merasa nyaman ketika berada di dekat kamu, tapi juga sebaliknya. Wanita akan juga menilai dan mengavaluasi seberapa nyaman kamu ketika berada di dekat dirinya. Ketika wanita sudah mendapatkan tingkat kenyamanan dan titik temu dari kedua sisi rasa nyaman ini, maka otomatis wanita akan membuka diri secara emosional, mental dan fisik.

WANITA MENGINGINKAN KUALITAS BUKAN KUANTITAS

Seorang wanita pastinya sangat menyukai pria yang memiliki harta banyak dan mapan. Namun jika ada 2 pria yang demikian, yang salah satunya memiliki kualitas di mata wanita, maka ia lebih mementingkan kualitas dibandingkan harta atau kuantitas yang ada. Kualitas dimata wanita adalah pria yang tampil beda dan tahu apa yang dia inginkan, bertanggung jawab, dan berjiwa pemimpin. Menjadikan dirinya sebagai subjek, bukan hanya sekedar objek untuk memamerkan kemapanannya.

WANITA MENGINGINKAN PETUALANGAN SECARA EMOSIONAL

Sebagai pria, jangan pernah kamu hanya pandai memamerkan bahasa kata saja di depan wanita. Mungkin wanita bisa tersenyum, tapi tidak menutup kemungkinan di hatinya akan berkata "nyebelin". Ketika kamu berkata "I Love You", maka cobalah untuk memegang tangannya dengan kesungguhan agar ia ikut secara emosional dalam cerita tersebut bukan hanya sekadar memancing rasa terkesan atau kagum saja. Hasilnya akan sangat berbeda ketika kamu hanya sekedar mengucapkannya.

WANITA MENGINGINKAN PRIORITAS

Hal inilah yang terkadang sangat sulit diterima pria. Wanita selalu ingin menjadi yang tertinggi dalam daftar segala hal termasuk juga menjadi yang paling prioritas di atas aktivitas pria itu sendiri. Agar bisa memenuhi Keinginan Dasar Wanita ini, maka sejak awal pria memang harus memahami betul bahwa cinta memang butuh pengorbanan yang harus kamu lakukan dengan kata "suka" dan "bahagia".
Semoga saja 4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria diatas bisa menjadi referensi bagi kamu untuk menata hubungan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Jangan lupa untuk membaca Artikel Cinta sebelumnya tentang Mencintai Sahabat Sendiri. Ingat! Selalu warnai harimu dengan cinta!



Pembenarannya :
4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria

Tahukah kamu, bahwa sebagian besar hubungan percintaan yang selalu di warnai dengan pertengkaran dan ketidakharmonisan selalu disebabkan oleh ego dan ketidakmampuan pria memahami keinginan wanita. Buntutnya, bukan tidak mungkin hubungan cinta yang selama ini dibina, apalagi sudah memasuki jenjang pernikahan, akan hancur berantakan karenanya.

Selain itu, pria selalu mengedepankan logika dibandingkan rasa, yang memang selalu mendasari setiap perbuatan dan keinginan wanita. Maka wajar saja jika logika pada pria selalu berbenturan dengan rasa yang dipunyai wanita. Rasa ini juga yang menyebabkan wanita memiliki beragam keinginan yang sulit untuk diterima pria.

Walaupun begitu, setidaknya ada 4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria , agar hubungan percintaan yang telah dibina tidak goyah karenanya, ataupun (ataupun di ganti dengan “dan”) bisa Menjaga Pernikahan Tetap Langgeng dan Bahagia bagi pasangan yang telah memasuki jenjang pernikahan. Dan berikut adalah 4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria:

WANITA INGIN MERASA NYAMAN

Kata nyaman disini tidak hanya berarti si wanita merasa nyaman ketika berada di dekat kamu, tapi juga sebaliknya. Wanita akan juga menilai dan mengavaluasi seberapa nyaman kamu ketika berada di dekat dirinya. Ketika wanita sudah mendapatkan tingkat kenyamanan dan titik temu dari kedua sisi rasa nyaman ini, maka otomatis wanita akan membuka diri secara emosional, mental dan fisik.

WANITA MENGINGINKAN KUALITAS BUKAN KUANTITAS

Seorang wanita pastinya sangat menyukai pria yang memiliki harta banyak dan mapan. Namun jika ada dua pria yang demikian, yang salah satunya memiliki kualitas di mata wanita, maka ia lebih mementingkan kualitas dibandingkan harta atau kuantitas yang ada. Kualitas dimata wanita adalah pria yang tampil beda dan tahu apa yang dia inginkan, bertanggung jawab, dan berjiwa pemimpin. Menjadikan dirinya sebagai subjek, bukan hanya sekedar objek untuk memamerkan kemapanannya.

WANITA MENGINGINKAN PETUALANGAN SECARA EMOSIONAL

Sebagai pria, jangan pernah kamu hanya pandai memamerkan bahasa kata saja di depan wanita. Mungkin wanita bisa tersenyum, tapi(tapi diganti “tetapi”)  tidak menutup kemungkinan di hatinya akan berkata "nyebelin". Ketika kamu berkata "I Love You", maka cobalah untuk memegang tangannya dengan kesungguhan agar ia ikut secara emosional dalam cerita tersebut bukan hanya sekadar memancing rasa terkesan atau kagum saja. Hasilnya akan sangat berbeda ketika kamu hanya sekedar mengucapkannya.

WANITA MENGINGINKAN PRIORITAS

Hal inilah yang terkadang sangat sulit diterima pria. Wanita selalu ingin menjadi yang tertinggi dalam daftar segala hal termasuk juga menjadi yang paling prioritas di atas aktivitas pria itu sendiri. Agar bisa memenuhi keinginan dasar wanita ini, maka sejak awal pria memang harus memahami betul bahwa cinta memang butuh pengorbanan , yang harus kamu lakukan dengan kata "suka" dan "bahagia".

Semoga saja(saja diganti “dengan”) 4 Keinginan Dasar Wanita Yang Harus Diketahui Pria diatas bisa menjadi referensi bagi kamu untuk menata hubungan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Jangan lupa untuk membaca Artikel Cinta sebelumnya tentang Mencintai Sahabat Sendiri. Ingat Selalu warnai harimu dengan cinta.

Sumber : http://dbecinta.blogspot.com/2013/10/4-keinginan-dasar-wanita-yang-harus-diketahui-pria.html#sthash.nQPbC5Pa.dpuf
www.igoypunya.com/indonesia/para wanita

tugas B.indonesia





TUGAS BAHASA INDONESIA PENDIDIKAN DI INDONESIA PEMBEBASAN DAN KAPITALIS MATERIALIS


Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang berada ditengah proses transisi dan perubahan sosial serta budaya yang pesat, sebagai bentuk masyarakat yang mulai memasuki budaya modern dan kontemporer, hal ini membawa dampak banyaknya warga masyarakat yang semakin menjauhkan diri dari pranata sosial dan budaya asli sehingga masyarakat semakin memandang nilai etika dan moral tidak begitu mengikat dan tidak menjadi dasar kehidupan. Masyarakat Indonesia telah menjadi masyarakat terbuka dan menerima budaya global serta secara terbuka menerima unsur dan nilai budaya asing. Dunia pendidikan di Indonesia juga terkena imbas dari serangkaian dampak perubahan sosial yang terjadi akibat globalisasi. Proses globalisasi telah membuat perubahan yang besar dalam lapangan ekonomi dan politik, karena itu mau tidak mau juga akan menimbulkan perubahan-perubahan besar dalam bidang pendidikan baik pada tingkat lokal, nasional maupun internasional. Saat sekarang terjadi reorientasi pendidikan baik pada tingkat kelembagaan, kurikulum maupun manajemen sesuai dengan perkembangan-perkembangan baru yang terjadi dalam proses globalisasi tersebut. 


Pendidikan Mahal

Pepatah barat kaum kapitalis menyebutkan  “tidak ada sarapan pagi yang gratis”. Tampaknya pepatah ini mulai digunakan oleh beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia dalam menjalankan visi pendidikannya. Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memasang tarif yang gila-gilaan, akibatnya sebagian besar orang tua dan anak anak lulusan SMA menjadi kelimpungan. Impian untuk dapat mengenyam pendidikan di PTN favorit seakan dihadang ranjau yang membahayakan masa depannya. Ada sebuah fenomena menarik dikalangan PTN besar dan favorit di Indonesia yang terkesan “money oriented”, hanya bersifat materialistis belaka, yang hanya dengan sebuah argumentasi bahwa subsidi dari pemerintah/negara untuk PTN minim sekali dan tidak dapat memenuhi kebutuhan PTN. PTN ini telah membuat kebijakan pembayaran uang kuliah yang sulit dijangkau masyarakat umum, tanpa mau berpikir panjang mencari sumber sumber dana alternatif selain “memeras” mahasiswanya. 

Pihak PTN berpikir bahwa kampus yang mereka kelola sangat marketable sehingga merekapun mengikuti hukum ekonomi, “biaya tinggi mengikuti permintaan yang naik”. Memang cukup dilematis, disatu sisi masyarakat dan negara selalu ingin meningkatkan kemampuan atau kecerdasan penerus bangsanya tetapi secara paradoks, masyarakat telah dibelenggu oleh biaya pendidikan yang mahal dan membuat seolah olah hanya kaum yang berduitlah yang mampu menyekolahkan anaknya Meski secara resmi pembukaan pasar bebas bidang pendidikan di Indonesia berlaku mulai tahun 2006 namun invasi pendidikan asing yang berimplikasi pada meningkatnya biaya pendidikan sudah lama terasa. Liberalisasi pendidikan terutama pada perguruan tinggi yang dipromosikan oleh WTO (World Trade Organization) sebetulnya dibungkus dengan sesuatu yang positip yakni agar lembaga pendidikan asing bisa memacu peningkatan mutu pendidikan di Indonesia namun realitas dilapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan cita cita awalnya. Prof. Dr. Sofian Effendi, Rektor UGM mengemukakan bahwa angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2004 hanya 14%, jauh dibawah Malaysia dan Filipina yang sudah mencapai 38-40%. Memang sebuah angka partisipasi pendidikan yang masih dibawah standar. Dan dengan berbekal ini, pendidikan tinggi di Indonesia semakin mahal yang semakin menjauhkan masyarakat menengah ke bawah dengan keinginan untuk menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi negeri favorit yang murah.


Pendidikan Tidak Terfokus

Pendidikan di Indonesia selama ini terkesan tidak terfokus, ganti menteri pendidikan maka ganti juga kurikulum dan sistem pendidikannya. Pendidikan di Indonesia kurang membentuk kepribadian akademis (academic personality) yang utuh. Kepribadian akademis sangat penting dimiliki oleh pelaku pendidikan (anak didik dan pendidik) yang akan maupun yang sudah menguasai ilmu pengetahuan. Kepribadian akademislah yang dapat membedakan pelaku pendidikan dengan masyarakat umum lainnya. Perkembangan pendidikan di Indonesia tak ubahnya seperti industri, pendidik hanya bertindak sebagai pencetak produk masal yang seragam tanpa memikirkan dunia luar yang berubah menjadi lebih rumit. Cara pendidik mengajar juga cenderung mengarah pada pembentukan generasi muda yang dingin dan mengagungkan individualisme. Diskusi yang bersifat dialog jarang terjadi dalam proses pendidikan kita, bersuara kadangkala diartikan keributan yang dikaitkan dengan tanda bahwa anak yang bersangkutan tidak disiplin atau bahkan dianggap bodoh. Kondisi pendidikan utamanya di perguruan tinggi dewasa ini terlihat kurang kondusif dan kurang konstruktif karena terjadi gejala sosial yang kurang baik muncul dalam lingkungan kampus. Konflik antar mahasiswa atau pimpinan lembaga pendidikan tinggi telah terjadi di beberapa kampus, sehingga citra lembaga pendidikan tinggi agak mengalami kemunduran. Tampaknya pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mampu mewujudkan watak dari ilmu pengetahuan yang bersifat terbuka. 

Ilmu pengetahuan menolak adanya sifat tertutup. Apa yang dianggap benar harus dapat dibuktikan (diverifikasi) secara terbuka di depan publik. Jika kita mengatakan bahwa air yang dipanaskan sampai 100 derajat celcius akan mendidih, maka dipersilakan semua orang untuk membuktikan fenomena tersebut. Karena itu kalangan akademisi harus memiliki sifat keterbukaan tersebut, kita harus dapat mengembangkan pengetahuan baru seperti konsep dan teori baru secara terbuka dan bukan untuk disembunyikan seperti dalam budaya konservatif. Pada awalnya ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari dunia pendidikan berposisi untuk melakukan perlawanan terhadap mitos-mitos, seperti perlawanan Socrates terhadap tradisi mitologi budaya Yunani kuno yang percaya akan adanya dewa-dewi dan menganggapnya sebagai segala galanya. Socrates sangat percaya bahwa akal manusia dapat menjadi sumber kebenaran. Maksud dari perlawanan ini bahwa ilmu pengetahuan mengembangkan watak rasionalitas dalam menjalankan proses pendidikan. Ditengah gejala kurang fokusnya orientasi pendidikan kita, pendidikan di negara kita juga dihinggapi oleh masalah masih minimnya tingkat kesejahteraan para pendidik (kaum guru) yang mengemban tugas meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa yang dilabelkan kepada sosok guru telah membentuk kesadaran masyarakat tersendiri bahwa tugas guru hanya mencerdaskan bangsa tanpa mengurus kesejahteraannya sebagai manusia. Guru merupakan faktor yang penting dalam pendidikan, sebaik apapun sistem dan kurikulumnya yang dibuat, jika tidak didukung oleh profesionalisme guru maka bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal. Undang-Undang tentang Guru dan Dosen yang telah disahkan tidak secara cepat ditindaklanjuti oleh pemerintah. 

Pemerintah dalam melakukan reorientasi pendidikan belum menyentuh substansi dasar pada pihak pendidik dan sarana prasarana belajar, selama ini pembaharuan baru ditunjukkan melalui perubahan perubahan kurikulum saja dan masih minim melakukan perbaikan sarana dan prasarana, kita bisa lihat di pedesaan banyaknya gedung gedung sekolah yang rusak dan kurang mendapat perhatian serius. Ada sesuatu yang krusial atas kompleknya permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia dimana anggaran pendidikan kita masih jauh dari anggaran yang digariskan yaitu 20% dari  APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) seperti disyaratkan oleh Undang Undang Dasar kita. Sebagai gambaran saja, untuk tahun 2006 anggaran pendidikan kita baru Rp 41,3 triliun atau sekitar 9,1% dari APBN, bahkan peningkatan anggaran pendidikan yang diajukan oleh pemerintah untuk RAPBN 2007 sangat tidak signifikan sekali yakni hanya menjadi Rp. 51,3 triliun atau sekitar 10,3 % dari RAPBN. Memang sebuah angka yang masih jauh dari kata cukup.


Pendidikan Yang Membebaskan

Meminjam pendapat seorang tokoh terkenal di bidang pendidikan dari negara Brazil yakni Paulo Friere dalam bukunya berjudul Pedegogy of Hope yang mengatakan  bahwa “tujuan pendidikan hendaknya bukan berpihak kepada partai ini atau partai itu, juga bukan kepada agama ini atau agama itu yang sectarian atau ideologis, melainkan pendidikan harus ditujukan untuk pembebasan yakni agar orang mampu secara beradab menentukan pilihannya”. Friere terkenal dengan terobosannya membuat sistem pendidikan alternatif dengan mengedepankan proses dialogis dan proses penyadaran pada masing masing individu didalamnya (peserta didik). Friere menekankan kepada kita untuk mendasarkan pada kesadaran dalam melakukan segala sesuatu tanpa ada suatu tekanan maupun paksaan/penindasan dari luar diri. 
Ketika kita mulai memberi kepercayaan akan akal manusia, maka kita mulai mengakui adanya suatu kesadaran (the conciousness) dalam diri manusia. Pikiran manusia dapat membuat kesadaran, kesadaran adalah pengetahuan yang dibentuk oleh pikiran atau akal manusia. Karena itu kita akan mengenang pikiran Rene Descartes yang mengatakan bahwa “aku berpikir, aku sadar, maka aku ada” dengan demikian, kesadaran yang ada dalam pikiran itu membuat kita memiliki pengetahuan. Dari kesadaran itu kemudian muncul pemahaman tentang nilai-nilai, dimana kita memiliki kebebasan untuk memberikan pengertian terhadap istilah yang dibuat dengan menggunakan kebebasan berpikir yang disertai dengan rasio.

Kondisi pendidikan di Indonesia harus mulai diarahkan kepada peningkatan kesadaran peserta didik dalam memandang objek yang ada, peran pendidik yang sangat dominan dan otoriter harus dikurangi, peranan pemerintahpun dalam “mengacak-acak” kurikulum harus dikaji secara cermat, kalaupun itu harus dilakukan maka terlebih dahulu harus dilakukan penyerapan aspirasi secara demokratis. 
Segenap komponen bangsa harus turut melakukan pembenahan sistem pendidikan di Indonesia sehingga penciptaan kesadaran individu dalam rangka kebebasan berpikir dan bertindak dengan mengedepankan etika dan norma di masyarakat dapat diwujudkan, hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal di bangku sekolah dan juga pendidikan non formal sebagai metode pendampingan masyarakat luas dalam proses pendidikan bangsa yang harus terus dilakukan secara kontinyu, karena di masa sekarang maupun di masa mendatang, seorang intelektual tidak hanya cukup bergutat dengan ilmunya belaka namun realita sosial di masyarakat juga harus menjadi objek pemikiran dalam dirinya. Pemerintah dan lembaga politik lainnya harus memiliki komitmen untuk terus berupaya meningkatkan anggaran bagi dunia pendidikan di Indonesia sehingga angka 20% dapat segera terealisasikan. Dengan ketatnya persaingan dewasa ini, arah pendidikan di Indonesia harus mampu berperan menyiapkan peserta didik dalam konstelasi masyarakat global dan pada waktu yang sama, pendidikan juga memiliki kewajiban untuk melestarikan national character dari bangsa Indonesia.

* Ketua Departemen Kaderisasi KMHDI 2003-2006
Sumber : http://kmhdi.org/?app=artikel&page=read&id=23